Ada satu momen yang sampai sekarang masih bikin saya merinding setiap kali diingat. Malam itu, di tengah ribuan jamaah, saya berdiri menatap Ka’bah untuk pertama kalinya. Air mata langsung jatuh tanpa bisa ditahan. Doa-doa yang selama ini hanya saya ucapkan di sajadah rumah di Lombok akhirnya sampai juga ke hadapan Baitullah. Dan semua itu terwujud lewat bimbingan travel umroh lombok dari Fitour International.
Saya bukan orang yang sering ke luar negeri. Bahkan jujur, ini perjalanan internasional pertama saya. Makanya sejak awal saya agak cemas: bagaimana urusan dokumen, bagaimana nanti di bandara, sampai soal bahasa. Tapi semua kecemasan itu hilang setelah ikut program Fitour. Dari awal, mereka betul-betul mendampingi dengan cara yang bikin saya tenang.
Awal Kenalan dengan Fitour
Saya pertama kali dengar Fitour dari seorang teman pengajian. Dia baru saja pulang umroh bareng istrinya, dan wajahnya terlihat begitu cerah. “Kalau mau umroh dari NTB, coba Fitour saja. Mereka ngerti kebutuhan kita orang Lombok,” katanya. Awalnya saya hanya angguk-angguk. Tapi setelah lihat dokumentasi perjalanannya yang dibagikan di grup WhatsApp, saya jadi serius mencari tahu.
Saya lalu membuka website resmi Fitour. Dari sana, saya lihat berbagai program, testimoni jamaah sebelumnya, hingga dokumentasi foto dan video. Yang bikin saya percaya: jamaah yang berangkat benar-benar dari Lombok dan NTB. Ada yang dari Mataram, Bima, hingga Sumbawa. Rasanya lebih dekat, lebih membumi.
Suasana Manasik yang Bikin Nyaman
Sebelum berangkat, Fitour mengadakan manasik di Mataram. Suasananya sederhana tapi hangat. Jamaah datang bersama keluarga, ada yang membawa anak, ada yang bersama orang tua. Tim Fitour menyambut dengan senyum, lalu memulai sesi dengan doa bersama.
Saya suka cara mereka menjelaskan. Nggak terlalu formal, tapi juga nggak asal-asalan. Semua tahap ibadah dijelaskan perlahan, disertai cerita pengalaman nyata dari jamaah sebelumnya. Saya yang awalnya takut salah jadi lebih percaya diri. Bahkan ayah saya yang sudah berusia 65 tahun bisa mengikuti simulasi ibadah dengan tenang.
Hari Keberangkatan dari Lombok
Hari H akhirnya tiba. Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid penuh dengan suasana haru. Ada pelukan, doa, dan tangis bahagia dari keluarga yang mengantar. Tim Fitour dengan sigap membantu semua jamaah. Mulai dari koper, boarding pass, hingga menenangkan jamaah yang baru pertama kali naik pesawat.
Saya duduk di ruang tunggu bersama seorang bapak dari Lombok Timur. Dia bilang, “Saya sudah lama ingin berangkat, tapi baru kali ini merasa benar-benar siap.” Kalimat itu bikin saya sadar, keberangkatan bukan hanya soal tiket atau jadwal, tapi soal rasa aman dan yakin bahwa kita berada di tangan yang tepat.
Pengalaman di Tanah Suci
Setibanya di Madinah, perjalanan terasa sangat terarah. Hotel dekat masjid, jadwal ibadah jelas, dan ustadz pembimbing selalu memberi arahan dengan sabar. Setiap kali kami ada waktu luang, beliau mengajak berdiskusi ringan, memberi motivasi, bahkan menenangkan jamaah yang mulai rindu keluarga.
Di Mekkah, saat thawaf pertama, saya merasa campur aduk. Air mata nggak berhenti, tapi saya juga merasa lega karena selalu ada tim Fitour di dekat kami. Mereka membagi rombongan ke kelompok kecil agar tidak ada yang tercecer. Bagi saya yang sering panikan, ini sangat membantu.
Saya juga salut bagaimana mereka menjaga komunikasi dengan keluarga di Lombok. Setiap hari ada update di grup WhatsApp: foto kegiatan, kabar kesehatan jamaah, hingga voice note singkat dari ustadz. Keluarga di rumah pun jadi merasa ikut hadir.
Pulang dengan Hati Baru
Sepulang dari perjalanan, saya merasa jadi orang baru. Lebih sabar, lebih ringan, dan lebih banyak bersyukur. Istri saya bahkan bilang wajah saya berubah jadi lebih tenang. Dan saya yakin, semua ini juga karena bimbingan yang tulus dari Fitour.
Sekarang, setiap kali ada yang tanya travel mana yang bisa dipercaya dari NTB, saya selalu jawab: coba mulai dari sini:
Fitour International
Di sana lengkap sekali informasi tentang program, jadwal keberangkatan, hingga dokumentasi jamaah sebelumnya. Kalau masih bingung, tim Fitour juga ramah banget untuk ditanya-tanya.